Postingan

Gambar
  Ada istilah yang sangat penting untuk menjadi pemimpin; concern . Concern menjadi satu kata yang menjadikan posisi pemimpin semakin kuat. Pengakuan sebagai pemimpin yang kuat bisa datang dari sikap moral atau pengakuan langsung dari orang-orang yang dipimpin. Concern telah bertransformasi dalam bahasa kita sebagai kepedulian; mulai hal kecil hingga yang besar di sekitar kita, mungkin lebih ringan kalau concern itu kita artikan sebagai “perhatian”.   Mungkin telah banyak diantara kita yang telah merasakan enaknya daging unta, menikmati segar susunya, punuknya yang lembut. Leher dan kakinya yang panjang adalah isyarat kepada pemimpin, bahwa seorang pemimpin harus mempunyai “kaki yang panjang” untuk melakukan perjalanan yang jauh memperhatikan orang yang dia pemimpin, dia bisa memperhatikan orang dengan “lehernya yang panjang”. Allah subahanahu wata’ala bertanya kepada seluruh pemimpin: أَفَلَا يَنظُرُونَ إِلَى ٱلۡإِبِلِ كَيۡفَ خُلِقَتۡ ١٧ Artinya : Maka apakah...
Gambar
Pagi itu setelah makan pagi, aku memakai pakaian baju putih, celana merah dengan dua saku yang bolong di paha kiri dan kanan. Saya sudah merasa siap, aku ambil tas dengan kanjing yang tidak bisa ditutup, akhirnya aku pake kancing peniti, ditempat saya namanya kotuk gambo. Sampai di pintu, saya ambil sepatu yang tergantung di balik pintu. Sepatu saya sekolah digantung di balik pintu di tempat paku yang masih menganga. Sepatu ku biasanya bolong di panggkal jari sebelah kiri dan sebelah kakan. Karena sering aku pake bermain bola dengan teman-temanku di halaman sekolah yang penuh kerikil dan debu kalau lagi kemarau. Kami main bola sangat semangat, kadang ketika menendang bola kerikil dan debu juga ikut beterbangan. Wajar kalau sepatu ku bolong. Habis itu saya memakai kaos kaki. Saya masukkan jari-jari ku dengan menggulung kaos kaki agar mudah memasukkannya. Setelah jari-jari kaki ku masukkan, aku tarik terus ke atas hingga menutupi betis. Saya lepas kaos kakinya, ujung atasnya turun molo...
Gambar
  Pada kesempatan ini, saya ingin membagikan ilmu yang telah dijarakan oleh bunda Dr. Hamidah Binti Sulaiman. Kami memanggilnya bunda, karena panggilan itulah yang dia paling sukai. Bunda Dr. Hamidah Binti Sulaiman adalah dosen di Department of Educational Psychology and Counselling Faculty of Education, University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia.  Bunda mengajar kami waktu itu di Pasca Sarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bunda banyak memberikan nasehat tentang sikap-sikap orang yang berilmu. Beliau mengatakan nya sebagai akhlaq dalam pengembangan diri. Sahabatku sekalian, kenapa saya ingin membagikan ilmu ini kepada kalian semua? Saya juga tidak bisa menerangkannya. Namun itulah hakikat ilmu itu menurut saya, harus dibagikan. “Jadi yang dinamakan dengan ilmu harus dibagikan”. Hanya itu yang bisa saya sampaikan alasannya. Bunda menyatakan bahwa harga diri orang yang berilmu itu sebenarnya karena tiga hal, yaitu: ucapan...
Gambar
  Malam ini, penyampai materi di Rian Kanan, Malang adalah Ustadz Alpin Sohih. Ustadz Alpin sangat dikenal dengan penyampaian materinya yang spesifik membahas tentang konteks penamaan surah di dalam Al-Qur’an. Ustadz Alpin di awal materinya, sering sekali mengatakan bahwa “materi ini khusus membahas penamaan surat di dalam Al-Qur’an, untuk memantik para jama’ah agar lebih semangat di dalam mempelajari Al-Qur’an”. Malam ini beliau menerangkan tentang surah Ar-Rahman. Sebelum berbicara tentang materi yang disampaikan, saya ingin menyampaikan terlebih dahulu penilaian saya terhadap Ustadz Alpin Sohih. Saya sering mendengarkan materi beliau, saya kagum kepadanya. Ustadz yang masih sangat muda, hapalan Al-Qur’annya sangat banyak. Ustadz Alpin di dalam penyampaian materinya, sudah masuk pada surah Ar-Rahman, setiap menyampaikan materinya tentang penamaan surah di dalam Al-Qur’an, beliau banyak membacakan ayat di dalam surah itu, hingga surah Ar-Rahman tadi. Beliau menjelaskan dari ay...
Gambar
Hari itu tanggal 10 Oktober 2014, “teerrrtt, teerrrtt,” handphone saya bergetar. Hari itu setelah isya, saya lihat layar handphone saya, “Ustadz Rizky” nama yang keluar di layar itu, dengan gugup saya angkat “kenapa Ustadz Rizky nelpon?” saya bertanya dalam hati. “ Aina anta ?” Ustadz Rizky bertanya. “ Ana fil masjid, sa adzhabu ilal maktabul ikadi ”, saya menjawab dengan Bahasa Arab (lagi belajar Bahasa Arab masa itu). “ Nantadzir ” beliau mengimbangi. “ Na’am, assalamualaikum ” saya menjawab sambil menutup telpon. Sesampainya di tempat, saya mendapati beliau sedang berdiskusi dengan dua orang teman. Saya bergabung, dan mengambil posisi duduk diantara mereka. Setelah diskusi berjalan lama, ada teman yang bertanya: “bang, (kalau sedang diskusi kami memanggil abang) kadang kala saya bingung, karena belum jelas keinginanku sebenarnya, suatu saat ingin jadi hakim, di lain waktu ingin jadi akademisi, setelah waktu berubah keinginanku juga berubah ingin jadi politisi. Jadi belum jelas, ...
Gambar
Lailan Thowwiila Malam itu malam yang panjang, malam yang membuat mata enggan untuk tertutup hingga fajar. Pikiran terus berputar, hingga hati juga ikut bergetar. Begitulah terkadang malam yang saya lalui, dan saya yakin teman-teman juga pernah melalui itu, dan saya sebut malam itu Lailan Thowwiila (malam yang panjang). Dulu saya membaca buku yang sangat bagus, karangan Ibrahim El-Fiki, penulis Muslim asal Kanada yang berdarah Mesir. Dia mengatakan bahwa pikiran itu melampaui kecepatan tak terbatas dan bisa mengelola informasi yang tak terbatas juga. Pikiran itu bisa sampai ke Balkan, Anatolia, Green Land hanya dengan sekejap. Begitulah indahnya perjalanan pikiran yang menemukan ceritanya hanya dalam sekejap melalui benua dan beberapa Negara. Perjalanan pikiran yang panjang itu telah menemukan hikmahnya. Alhamdulillah,  Allah anugerahkan kepada kita pikiran yang senantiasa berpikir dan bekerja untuk melakukan sesuatu, yang Allah subahanahu wata’ala tidak berikan kepada makhlukn...
Gambar
“LAKI” The Hero Name Terkadang aura wajah dapat menggambarkan kondisi hati. Begitulah manusia, kegugupan yang ada dalam dadanya terkadang terlihat di raut wajahnya. Tetapi sebagai seorang “Laki”, harusnya bisa mengontrol apa yang dipikirkan dan apa yang dirasakan. Jika keharuan sampai meneteskan air mata, ingatlah bahwa pemuda tidak harus menangis, jika dia harus menangis biarkan air matanya menetes ke dalam dada, agar dapat menumbuhkan benih patriotis yang ada dalam dirinya. Begitulah menurutku harusnya sebagai seorang “laki”, tentu teman-teman mempunyai pandangan yang berbeda tentang ini. Hidup seorang “laki” bukanlah untuk dirinya sendiri, dia harus menerima amanah dan tanggung jawab yang besar untuk “membangun” keluarga, masyarakat dan bangsanya. خَيْرُ الناسِ أَنفَعُهُم لِلنَّاسِ “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (Hadits Riwayat ath-Thabrani) Menjadi pribadi yang bermanfaat adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang Musli...